Agoda

Legenda Malinkundang

Malin Kundang adalah kaba yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang (sumber : www.wikipedia.org)

Dimana sih lokasi Malinkundang?
Lokasi batu malinkundang sendiri berada di pantai air manis padang. Disana, kita bisa melihat batu Malin Kundang yang sedang bersujud meminta ampun pada ibunya.

Cerita Singkat :
Dikisahkan Malin Kundang dan ibunya tinggal di desa Air Manis. Malin Kundang kemudian merantau menjadi anak buah kapal. Karena rajin dan jujur bekerja, maka pangkatnya dinaikkan dari semula anak buah kapal menjadi kelasi. Nakhoda kapal mulai tertarik dengan Malin Kundang. Dia menjodohkan puterinya dengan Malin Kundang, kemudian dia menyerahkan kapal kepada Malin Kundang dan mengangkat Malin Kundang sebagai nakhoda menggantikan dirinya yang ingin pensiun.
Kehidupun Malin Kundang semakin makmur, tetapi dia tetap merindukan ibunya yang dulu dia tinggal sendirian. Malin Kundang pun mengarahkan kapalnya menuju pelabuhan Padang. Melihat kapal besar memasuki pelabuhan, orang-orang di desa Air Manis berlarian melihat kapal besar yang belum pernah mereka lihat. Ibu Malin Kundang yang sudah semakin tua pun ikut melihat sambil berharap ada anaknya di kapal itu. Dia sudah sangat rindu melihat Malin Kundang. Sambil berjalan tertatih-tatih dengat tongkatnya, dia menuju pelabuhan. Setelah kapal bersandar, turunlah nakhoda kapal dengan istrinya yang cantik. Tidak salah lagi, itu adalah Malin Kundang. Sang Ibu pun berteriak sambil berlari menghampiri Malin Kundang. “Malin anakku, ini ibumu, Nak”, katanya. Melihat ibunya yang sudah tua dan buruk, Malin Kundang merasa malu kepada istrinya. Malin Kundang membantah bahwa itu bukan ibunya dan cepat-cepat kembali lagi ke kapal lalu memerintahkan anak buah kapal untuk mengangkat sauh. Hancur hati sang ibu. Sambil berlinang air mata ibu Malin Kundang berdoa kepada Tuhan agar Malin Kundang diberi hukuman karena telah mendurhakai ibunya.
Tuhan mendengar doa sang ibu. Langit berubah menjadi hitam, awan hitam bergulung-gulung, petir menggelegar-gelegar. Hujan badai datang. Kapal si Malin Kundang terombang-ombing dihempas gelombang laut yang menggila. Malin Kundang yang merasa berdosa memanggil-manggil ibunya seraya minta ampun, tetapi sayang sudah terlambat. Kapal dihempas gelombang hingga terdampar di tepi pantai, lalu seketika berubah menjadi batu. Malin Kundang dan seluruh isi kapal berubah menjadi batu. Itulah dia batu si Malin Kundang yang dapat dilihat di Pantai Air Manis.
Moral of story : Hormatilah ibumu dan jangan pernah mendurhakainya.

Terlena dengan cerita malin kundang, kira2 bagaimana yah akses menuju kesana?
Cara pertama menuju Pantai Air Manis melalui Jembatan Siti Nurbaya ini hanya bisa ditempuh dengan motor atau jalan kaki, sebab dari Bukit Padang menuju Pantai Air Manis belum bisa dilalui mobil.
Cara kedua menuju Pantai Air Manis adalah dari jalan raya Teluk Bayur. Dari sini sudah ada jalur buat kendaraan roda empat menuju Pantai Air Manis. Masuk dari jalan di depan SMA 6 Padang, lalu anda akan melewati jalan yang berkelok-kelok mendaki bukit, kemudian menurun lagi sebelum akhirnya sampai di Pantai Air Manis yang landai. Hati-hati membawa kendaraan karena jurang di pinggir kanan jalan.
Selain melihat batu malin kundang, pengunjung juga dapat menikmati keindahan pantai Air Manis. Di pesisir pantai terlihat hamparan pulau pisang. Pengunjung bisa melintasi pulau hanya dengan jalan kaki/ berenang jika air surut.

Tidak hanya itu, sekarang ini, penduduk setempat juga menyediakan Motor trail APV, para pengunjung bisa menyusuri pantai air manis dan sekitarnya dengan menggunakan motor trail APV ini, dengan pantai yang landai dan luas akan membuat siapa saja yang berwisata dengan menggunakan motor trail APV ini akan merasakan sensasi wisata yang berbeda.
Yang penasaran bisa hubungi langsung Duta Pesona Wisata yah. :D


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Legenda Malinkundang"

Post a Comment